La Liga Jornada 22 | Valencia VS FC Barcelona | Mestalla Stadium | 4 Februari 2013 | Pukul 01.00 WIB | LIVE TRANS TV |

Mantan Presiden Barca Tak Yakin Messi Hina Karanka
Messi dituduh menyebut Karanka sebagai "boneka Mourinho".
Mantan presiden Barcelona, Joan Gaspart, membela Lionel Messi dari tuduhan pemain Real Madrid, Jose Callejon. Gaspar tidak yakin Messi menghina asisten pelatih Madrid, Aitor Karanka, dan bek Alvaro Arbeloa.
Messi mendapat tudingan miring dari Callejon. Usai pertandingan leg pertama semifinal Piala Raja, 30 Januari 2013, Callejon menuduh Messi sudah menghina Arbeloa dengan sebutan "bodoh" dan menyebut Karanka sebagai "boneka Mourinho".
Gaspart meragukan pengakuan Callejon. Gaspart menilai Messi tidak memiliki karakter ataupun sikap yang suka menghina orang lain.
"Mengenal Messi, yang sangat baik dan berperilaku bagus di dalam dan luar lapangan, saya sangat ragu dia rela menunggu satu jam hanya untuk menghina seseorang," ujar Gaspart seperti dilansir Sport.
Gaspart kemudian meminta Messi dan skuad Barcelona untuk melupakan tuduhan Callejon. Gaspart ingin tim besutan Tito Vilanova itu fokus ke pertandingan selanjutnya menghadapi Valencia di Mestalla, Minggu 3 Februari 2013 waktu setempat.
"Kami hanya harus konsentrasi kepada diri sendiri dan bersiap untuk pertandingan selanjutnya. Orang lain bisa mengatakan apa yang mereka mau. Secara teori, hasil imbang di laga tandang cukup bagus, apalagi jika rival itu adalah Madrid," katanya.
Gaspart juga memuji kapten Barcelona, Carles Puyol, yang melarang usaha Gerard Pique untuk mengadu kepada wasit bahwa gawang Azulgrana dilempari korek api.
"Tindakan Puyol untuk langsung membuang korek api itu sudah sangat benar. Tensi di negara ini sudah cukup tinggi, dan sepakbola tidak jauh berbeda," ujar Gaspart. [vivabola.com] ♥
| Buffon: 'Pirlo Selevel Dengan Messi' |
Kiper Juventus Gianluigi Buffon mengakui kualitas hebat seorang Lionel
Messi. Namun menurutnya, rekan setimnya Andrea Pirlo juga memiliki
kualitas yang sama dengan bintang Barcelona FC itu.
Menurut Buffon, apa yang telah dicapai Messi selama ini membuktikan bahwa pemain berjuluk La Pulga merupakan pemain terbaik di dunia. Bahkan Buffon yakin torehan rekor Messi sulit untuk diulang di masa mendatang.
"Messi adalah pemain yang hanya muncul sekali dalam satu generasi. Saya pikir, sulit bagi pemain lain untuk mengulangi koleksi gol Messi," ujar Buffon kepada Sport Mediaset.
"Tapi Messi adalah seorang striker, jadi mencetak gol adalah tugasnya. Saya rasa Pirlo mempunyai kualitas yang sama dengannya," tambahnya.
"Pirlo tidak harus merasa iri kepada siapa pun, karena dalam sepakbola, penghargaan diberikan kepada mereka yang mencetak gol," pungkasnya.
Messi baru saja memecahkan rekor 85 gol sepanjang satu tahun milik Gerd Muller. Bahkan Messi memperbarui rekor gol itu atas namanya dengan torehan 91 gol sepanjang tahun 2012.
Menurut Buffon, apa yang telah dicapai Messi selama ini membuktikan bahwa pemain berjuluk La Pulga merupakan pemain terbaik di dunia. Bahkan Buffon yakin torehan rekor Messi sulit untuk diulang di masa mendatang.
"Messi adalah pemain yang hanya muncul sekali dalam satu generasi. Saya pikir, sulit bagi pemain lain untuk mengulangi koleksi gol Messi," ujar Buffon kepada Sport Mediaset.
"Tapi Messi adalah seorang striker, jadi mencetak gol adalah tugasnya. Saya rasa Pirlo mempunyai kualitas yang sama dengannya," tambahnya.
"Pirlo tidak harus merasa iri kepada siapa pun, karena dalam sepakbola, penghargaan diberikan kepada mereka yang mencetak gol," pungkasnya.
Messi baru saja memecahkan rekor 85 gol sepanjang satu tahun milik Gerd Muller. Bahkan Messi memperbarui rekor gol itu atas namanya dengan torehan 91 gol sepanjang tahun 2012.

Messi Terus Ukir Tinta Emas di La Liga
A. Firdaus - Okezone
BARCELONA – Bintang Barcelona, Lionel Andres Messi
kembali mengukir tinta emas di La Liga. Dua golnya ke gawang Rayo
Vallecano membuat dirinya masuk ke jajaran 10 pencetak gol tersubur di
La Liga.
Barca dini hari tadi sukses mengalahkan tuan rumah Vallecano dengan kemenangan telak 5-0, di mana dua golnya disumbangkan oleh Messi. Seperti disitat situs klub, dengan tambahan dua golnya ini, maka pemain berjuluk La Pulga ini berarti telah mencetak 182 gol dari 223 laga untuk Blaugrana di kompetisi domestik.
Selain tembus sebagai 10 pencetak gol tersubur, koleksi 182 gol membuatnya menyamai rekor atas nama Juan Arza yang membela Sevilla. Selain itu Messi hanya butuh empat gol untuk menyamai punggawa Real Madrid, Santillana yang telah mengoleksi 186 gol. Sementara pemegang topskor La Liga sepanjang masa berada di tangan pemain Athletic Bilbao, Zarra dengan koleksi 251 gol.
Catatan emas lain yang dicetak kapten tim nasional Argentina ini adalah dia telah menjadi pemain terbaik ketiga untuk urusan rata-rata mencetak gol di sebuah pertandingan. Rata-rata Messi mencetak 0,82 gol per pertandingan. Messi hanya kalah dari Zarra dengan 0,91 gol per laga dan Mundo 0,84 gol per laga.
Ini merupakan musim kedelapan Messi membela klub raksasa Katalan. Dengan usianya yang masih 25 tahun, dia kemungkinan besar bakal menciptakan rekor untuk dirinya. Apalagi musim ini baru menginjak sembilan pekan, bukan tidak mungkin dia akan menjadi pencetak gol terbanyak keenam sepanjang sejarah La Liga. Adelante Messi!
(fir)
Barca dini hari tadi sukses mengalahkan tuan rumah Vallecano dengan kemenangan telak 5-0, di mana dua golnya disumbangkan oleh Messi. Seperti disitat situs klub, dengan tambahan dua golnya ini, maka pemain berjuluk La Pulga ini berarti telah mencetak 182 gol dari 223 laga untuk Blaugrana di kompetisi domestik.
Selain tembus sebagai 10 pencetak gol tersubur, koleksi 182 gol membuatnya menyamai rekor atas nama Juan Arza yang membela Sevilla. Selain itu Messi hanya butuh empat gol untuk menyamai punggawa Real Madrid, Santillana yang telah mengoleksi 186 gol. Sementara pemegang topskor La Liga sepanjang masa berada di tangan pemain Athletic Bilbao, Zarra dengan koleksi 251 gol.
Catatan emas lain yang dicetak kapten tim nasional Argentina ini adalah dia telah menjadi pemain terbaik ketiga untuk urusan rata-rata mencetak gol di sebuah pertandingan. Rata-rata Messi mencetak 0,82 gol per pertandingan. Messi hanya kalah dari Zarra dengan 0,91 gol per laga dan Mundo 0,84 gol per laga.
Ini merupakan musim kedelapan Messi membela klub raksasa Katalan. Dengan usianya yang masih 25 tahun, dia kemungkinan besar bakal menciptakan rekor untuk dirinya. Apalagi musim ini baru menginjak sembilan pekan, bukan tidak mungkin dia akan menjadi pencetak gol terbanyak keenam sepanjang sejarah La Liga. Adelante Messi!
(fir)
Messi Dibanjiri Ucapan Selamat
Auzan Julikar Sutedjo - Okezone
Lionel Messi diganjar Sepatu Emas usai cetak 50 gol di La Liga musim lalu/Reuters
BARCELONA – Keberhasilan Lionel Messi meraih
penghargaan Sepatu Emas membuat nya dibanjiri ucapan selamat. Mulai dari
presiden Barcelona, rekan setim, hingga atlet dari cabang lain.
Sandro Rosell menjadi pihak pertama yang mengucapkan selamat karena dilakukan beberapa jam sebelum Messi menerima penghargaan. Di antara rekan-rekan setim Messiah yang ikut mengucapkan selamat adalah Gerard Pique dan Cesc Fabregas—dua rekan seangkatan Messi di La Masia—, Pedro Rodriguez, dan Marc Bartra.
Sementara atlet dari cabang lain yang memberikan selamat adalah perenang Spanyol peraih dua medali perak di Olimpiade London 2012 lalu, Mireia Belmonte. Belmonte yang seorang fans Barca hadir langsung di Old Damm Brewery, Barcelona karena diundang oleh Marca, penyelenggara penghargaan tersebut.
Mereka semua memberikan selamat di situs mikro blogging Twitter. Berikut kicauan-kicauan mereka:
“Selamat bagi Messi telah memperoleh gelar top skor kompetisi Eropa,” Sandro Rosell.
“Saya akan katakan pada cucu bahwa saya pernah main bareng dengan pemain terbaik sepanjang masa. Selamat Leo atas Sepatu Emasnya,” Gerard Pique.
“Selamat Leo atas Sepatu Emasnya. Lebih dari layak. Peluk hangat,” Cesc Fabregas.
“Selamat Leo untuk Sepatu Emasnya yang kedua,” Mireia Belmonte.
“50 gol di La Liga. Selamat Leo berhasil memenangi Sepatu Emas,” Marc Bartra.
“Jenius sejati. Selamat sang juara!” Pedro Rodriguez.
(auz)
Sandro Rosell menjadi pihak pertama yang mengucapkan selamat karena dilakukan beberapa jam sebelum Messi menerima penghargaan. Di antara rekan-rekan setim Messiah yang ikut mengucapkan selamat adalah Gerard Pique dan Cesc Fabregas—dua rekan seangkatan Messi di La Masia—, Pedro Rodriguez, dan Marc Bartra.
Sementara atlet dari cabang lain yang memberikan selamat adalah perenang Spanyol peraih dua medali perak di Olimpiade London 2012 lalu, Mireia Belmonte. Belmonte yang seorang fans Barca hadir langsung di Old Damm Brewery, Barcelona karena diundang oleh Marca, penyelenggara penghargaan tersebut.
Mereka semua memberikan selamat di situs mikro blogging Twitter. Berikut kicauan-kicauan mereka:
“Selamat bagi Messi telah memperoleh gelar top skor kompetisi Eropa,” Sandro Rosell.
“Saya akan katakan pada cucu bahwa saya pernah main bareng dengan pemain terbaik sepanjang masa. Selamat Leo atas Sepatu Emasnya,” Gerard Pique.
“Selamat Leo atas Sepatu Emasnya. Lebih dari layak. Peluk hangat,” Cesc Fabregas.
“Selamat Leo untuk Sepatu Emasnya yang kedua,” Mireia Belmonte.
“50 gol di La Liga. Selamat Leo berhasil memenangi Sepatu Emas,” Marc Bartra.
“Jenius sejati. Selamat sang juara!” Pedro Rodriguez.
(auz)
Gol Telat Alba Menangkan Barca
Selebrasi gol dari Jordi Alba di masa injury time. (Foto: Reuters)
BARCELONA - Barcelona berhasil meraih kemenangan atas Celtic dengan skor 2-1 pada penyisihan Grup G Liga Champions di Camp Nou, Rabu (24/10/2012) dini hari WIB. Kemenangan ini sendiri didapatkan El Barca dengan susah payah.
Bertandang ke markas Barca, Celtic sukses memberikan perlawanan yang sepada ke kubu El Barca . Bahkan, Celtic berhasil unggul lebih dulu lewat gol Girgio Samaras hingga akhirnya berhasil disamakan oleh Andres Iniesta.
Skor 1-1 pun terus bertahan hingga waktu normal habis, beruntung El Barca mampu memanfaatkan empat menit pertambahan waktu dengan cukup baik. Pada menit ke-94, Jordi Alba berhasil mencetak gol bagi kemenangan Barca.
Dengan kemenangan ini, Barcelona sukses menjaga posisi mereka di puncak klasemen Grup G dengan torehan 9 poin, sekaligus mencatatkan kemenangan ke-100 di kancah Eropa. Sementara, Celtic tetap tertahan di posisi kedua dengan raihan 4 poin.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama:Bermain di Camp Nou, El Barca langsung melakukan serangan ke daerah Celtic. Lewat permainan tiki taka dengan formasi 4-3-3, tim tamu sedikit kewalahan menghadapi gempuran Barca, hingga memaksa tim tamu bermain bertahan.
Terlalu asik melakukan serangan, kubu Barca dikejutkan dengan serangan balik yang cukup cepat dari kubu Celtic. Serangan cepat tersebut berujung tendangan bebas bagi Celtic karena adanya pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Barca kepada pemain Celtic.
Tendangan bebas pun dieksekusi oleh Mulgrew yang kemudian disambut oleh tandukan Girgio Samaras. Sial bagi Barca, tandukan Samaras malah mengenai badan Javier Mascherano dan memaksa bola masuk ke gawang Barca yang dijaga oleh Victor Valdes.
Gol yang tercipta pada menit ke-18 tersebutmembuat tim tamu unggul 1-0. Usai tertinggal, Barcelona kembali melakukan serangan ke daerah pertahanan Celtic dan kembali mendominasi jalannya pertandingan.
Hingga akhirnya, Barcelona sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Andres Iniesta pada menit ke-45. Gol Iniesta tersebut berhasil ia ciptakan usai memanfaatkan umpan dari Xavi Hernandez.
Hingga pertambahan waktu satu menit, tak ada lagi gol yang tercipta. Babak pertama pun berakhir dengan kedudukan imbang 1-1.
Babak kedua:
Memasuki babak kedua, Celtic langsung mendapat hadiah tendangan bebas pada menit ke-48 setelah Alexis Sanchez melakukan pelanggaran kepada Forrest. Sayang, Celtic gagal memanfaatkan peluang dari tendangan bebas tersebut.
Memasuki menit ke-55, Pedro mencoba melakukan tusukan ke daerah Celtic lewat sisi kiri lapangan. Sayang, aksi dari Pedro tersebut masih mampu dipatahkan oleh barisan belakang Celtic dan hanya menghasilkan sepakan pojok saja.
Hingga pertengahan babak kedua, El Barca terlihat terbawa ke dalam permainan Celtic. Tim asuhan Tito Vilanova tersebut hanya memafaatkan umpan-umpan jauh saja, dan usaha tersebut masih sukses diredam oleh lini belakang Celtic.
Kubu Celtic memang bermain lebih bertahan di akhir-akhir babak kedua ini, dengan sesekali melakukan serangan balik dengan cepat. Sementara, kubu Barca mulai memainkan bola dari kaki ke kaki.
Kebuntuan pasukan El Barca pun terpecahkan pada masa injury time. El Barca berhasil menutup laga ini dengan kemenangan 2-1 lewat gol yang dicetak oleh Jordi Alba usai mendapatkan umpan dari Adriano.
Susunan Pemain
Barcelona: Victor Valdes; Adriano, Marc Bartra, Javier Mascherano, Jordi Alba; Xavi Hernandez, Alex Song, Andres Iniesta; Alexis Sanchez (David Villa Sánchez’80), Lionel Messi, Pedro (Tello’76)
Celtic: Fraser Forster; Mikael Lustig, Kelvin Wilson, Efe Ambrose, Emilio Izaguirre; Georgios Samaras (James Forrest ’43), Scott Brown (Kris Commons’63), Victor Wanyama, Joe Ledley, Charlie Mulgrew (Beram Kayal’76); Gary Hooper (min)
Bertandang ke markas Barca, Celtic sukses memberikan perlawanan yang sepada ke kubu El Barca . Bahkan, Celtic berhasil unggul lebih dulu lewat gol Girgio Samaras hingga akhirnya berhasil disamakan oleh Andres Iniesta.
Skor 1-1 pun terus bertahan hingga waktu normal habis, beruntung El Barca mampu memanfaatkan empat menit pertambahan waktu dengan cukup baik. Pada menit ke-94, Jordi Alba berhasil mencetak gol bagi kemenangan Barca.
Dengan kemenangan ini, Barcelona sukses menjaga posisi mereka di puncak klasemen Grup G dengan torehan 9 poin, sekaligus mencatatkan kemenangan ke-100 di kancah Eropa. Sementara, Celtic tetap tertahan di posisi kedua dengan raihan 4 poin.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama:Bermain di Camp Nou, El Barca langsung melakukan serangan ke daerah Celtic. Lewat permainan tiki taka dengan formasi 4-3-3, tim tamu sedikit kewalahan menghadapi gempuran Barca, hingga memaksa tim tamu bermain bertahan.
Terlalu asik melakukan serangan, kubu Barca dikejutkan dengan serangan balik yang cukup cepat dari kubu Celtic. Serangan cepat tersebut berujung tendangan bebas bagi Celtic karena adanya pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Barca kepada pemain Celtic.
Tendangan bebas pun dieksekusi oleh Mulgrew yang kemudian disambut oleh tandukan Girgio Samaras. Sial bagi Barca, tandukan Samaras malah mengenai badan Javier Mascherano dan memaksa bola masuk ke gawang Barca yang dijaga oleh Victor Valdes.
Gol yang tercipta pada menit ke-18 tersebutmembuat tim tamu unggul 1-0. Usai tertinggal, Barcelona kembali melakukan serangan ke daerah pertahanan Celtic dan kembali mendominasi jalannya pertandingan.
Hingga akhirnya, Barcelona sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Andres Iniesta pada menit ke-45. Gol Iniesta tersebut berhasil ia ciptakan usai memanfaatkan umpan dari Xavi Hernandez.
Hingga pertambahan waktu satu menit, tak ada lagi gol yang tercipta. Babak pertama pun berakhir dengan kedudukan imbang 1-1.
Babak kedua:
Memasuki babak kedua, Celtic langsung mendapat hadiah tendangan bebas pada menit ke-48 setelah Alexis Sanchez melakukan pelanggaran kepada Forrest. Sayang, Celtic gagal memanfaatkan peluang dari tendangan bebas tersebut.
Memasuki menit ke-55, Pedro mencoba melakukan tusukan ke daerah Celtic lewat sisi kiri lapangan. Sayang, aksi dari Pedro tersebut masih mampu dipatahkan oleh barisan belakang Celtic dan hanya menghasilkan sepakan pojok saja.
Hingga pertengahan babak kedua, El Barca terlihat terbawa ke dalam permainan Celtic. Tim asuhan Tito Vilanova tersebut hanya memafaatkan umpan-umpan jauh saja, dan usaha tersebut masih sukses diredam oleh lini belakang Celtic.
Kubu Celtic memang bermain lebih bertahan di akhir-akhir babak kedua ini, dengan sesekali melakukan serangan balik dengan cepat. Sementara, kubu Barca mulai memainkan bola dari kaki ke kaki.
Kebuntuan pasukan El Barca pun terpecahkan pada masa injury time. El Barca berhasil menutup laga ini dengan kemenangan 2-1 lewat gol yang dicetak oleh Jordi Alba usai mendapatkan umpan dari Adriano.
Susunan Pemain
Barcelona: Victor Valdes; Adriano, Marc Bartra, Javier Mascherano, Jordi Alba; Xavi Hernandez, Alex Song, Andres Iniesta; Alexis Sanchez (David Villa Sánchez’80), Lionel Messi, Pedro (Tello’76)
Celtic: Fraser Forster; Mikael Lustig, Kelvin Wilson, Efe Ambrose, Emilio Izaguirre; Georgios Samaras (James Forrest ’43), Scott Brown (Kris Commons’63), Victor Wanyama, Joe Ledley, Charlie Mulgrew (Beram Kayal’76); Gary Hooper (min)
Iniesta Samakan Kedudukan
Selebrasi gol dari Andres Iniesta. (Foto: Reuters)
BARCELONA - Barcelona harus bermain imbang 1-1 dengan Celtic pada babak pertama penyisihan Grup G Liga Champions di Camp Nou, Rabu (24/10/2012) dini hari WIB. Andreas Iniesta berhasil membalas gol Celtic yang dicetak oleh Girgio Samaras.
Bermain di Camp Nou, El Barca langsung melakukan serangan ke daerah Celtic. Lewat permainan taka tiki dengan formasi 4-3-3, tim tamu sedikit kewalahan hadapi gempuran Barca hingga memaksa mereka bermain bertahan.
Terlalu asik melakukan serangan, kubu Barca malah harus dikejutkan dengan serangan balik cukup cepat oleh kubu Celtic. Serangan cepat tersebut berujung tendangan bebas bagi Celtic usai bek Barca melakukan pelanggaran.
Tendangan bebas pun dieksekusi oleh Mulgrew yang kemudian disambuat oleh tandukan Girgio Samaras. Sial bagi Barca, tandukan Samaras malah mengenai badan Javier Mascherano dan memaksa bola masuk ke gawang Barca yang dijaga oleh Victor Valdes.
Gol yang tercipta pada menit ke-18 membuat tim tamu unggul 1-0. Usai tertinggal, Barcelon kembali melakukan serangan ke daerah pertahanan Celtic dan mendominasi jalannya pertandingan.
Hingga akhirnya, Barcelona sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 oleh Andres Iniesta pada menit ke-45. Gol Iniesta tersebut berhasil ia ciptakan usai memanfaatkan umpan manis dari Xavi Hernandez.
Hingga pertambahan waktu satu menit, tak ada lagi gol yang tercipta. Babak pertama pun berakhir dengan kedudukan imbang 1-1.
Susunan Pemain:
Barcelona: Victor Valdes; Adriano, Marc Bartra, Javier Mascherano, Jordi Alba; Xavi Hernandez, Alex Song, Andres Iniesta; Alexis Sanchez, Lionel Messi, Pedro
Barcelona: Victor Valdes; Adriano, Marc Bartra, Javier Mascherano, Jordi Alba; Xavi Hernandez, Alex Song, Andres Iniesta; Alexis Sanchez, Lionel Messi, Pedro
Celtic: Fraser Forster; Mikael Lustig, Kelvin Wilson, Efe Ambrose, Emilio Izaguirre; Georgios Samaras (James Forrest ’43), Scott Brown, Victor Wanyama, Joe Ledley, Charlie Mulgrew; Gary Hooper (min)
Vilanova: Kami Lebih Dominan dan Seharusnya Menang
Tito Vilanova puas dengan permainan Barcelona dalam El Clasico/Reuters
BARCELONA – Tito Vilanova nyaris saja jadi pelatih Barcelona dengan start terbaik sepanjang masa di La Liga andai tendangan Martin Montoya di akhir pertandingan tidak membentur mistar gawang Iker Casillas.
Bila sepakan Montoya itu masuk dan Barca menang 3-2, maka Azulgrana akan mencetak tujuh kemenangan di awal musim. Belum pernah ada entrenador Los Cules yang pernah melakukannya.
Wajar jika Vilanova menyesali hasil seri 2-2 ini Dalam El Clasico jilid ke-222 tersebut, Barca begitu dominan dalam penguasaan bola dengan 69 persen.
Penyesalan entrenador berusia 43 tahun ini bertambah kala melihat papan klasemen sementara Liga Spanyol di mana poin 19 yang dikoleksi raksasa Katalan tersebut berhasil disamai kuda hitam musim ini Atletico Madrid. Untung saja, keunggulan delapan poin mereka atas Madrid tetap terjaga.
“Jelas seharusnya kami memenangi pertandingan, dan di akhir laga saya pikir kami bisa melakukannya lewat peluang yang didapat Montoya dan Pedro,” kata Vilanova seperti dikutip dari situs resmi Barcelona, fcbarcelona.com..
“Tapi jika di awal musim Anda berkata kami bisa memimpin delapan poin dari mereka saat ini, saya takkan berani memimpikannya,” tutur Vilanova.
“Saya sangat puas dengan ambisi para pemain untuk mendominasi pertandingan,” ujar Vilanova.
(auz)
10 Pemain Madrid di Mata Busquets
Sergio Busquets (foto:Reuters)
BARCELONA – Apa jadinya jika seorang gelandang Barcelona, Sergio Busquets disuruh menilai para pemain Real Madrid? Ya Busquest akan menilai sebanyak 10 pemain Madrid yang menurutnya memiliki arti berbeda.
Berikut pendapat Buesquets tentang para pemain El Real yang bakal dilawannya pada laga El Clasico, di Camp Nou Senin (8/10/2012) dini hari WIB mendatang.
Iker Casillas: Dia adalah salah satu kiper terbaik di dunia. Dia berada di level tertinggi dan rekan setim yang hebat.
Sergio Ramos: Dia memiliki kualitas yang hebat, dia memiliki fisik yang sangat bagus. Dan, dia juga rekan setim yang hebat.
Pepe: Dia adalah bek tengah yang sangat cepat yang hampir selalu tiba sebelum diserang.
Alvaro Arbeloa: Dia bermain di setiap pertandingan dan sewaktu-waktu sangat berbahaya saat menyerang.
Marcelo: Dia bekerja baik dengan Cristiano dan sangat cepat dan berbahaya berada di sayap.
Xabi Alonso: Dia adalah pemimpin tim. Fundamental. Dia melewati dari belakang dengan sangat berbahaya dan kami harus mencoba meng-covernya.
Mesut Ozil: Dia sangat hebat, dengan kualitas yang hebat dan sukses melewati lawan dengan akhir yang hebat.
Karim Benzema: Dia memiliki kualitas yang banyak dalam membuat gol. Dia adalah striker yang bisa menerima dan menciptakan permainan.
Gonzalo Higuain: Dia adalah striker yang memiliki banyak karakter. Dan sangat penting untuk Real Madrid adalah dia bisa membuka ruang sangat banyak.
Cristiano Ronaldo: Dia mencetak banyak gol. Dia pemain hebat. Kami harus mencoba untuk bisa lebih cepat daripadanya.
(fir)
Siapa Terbaik, Ronaldo atau Messi?
Minggu, 7 Oktober 2012 15:44 wib
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. (Foto: Reuters)
BARCELONA – Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, bersaing untuk memperebutkan Ballon d'Or. Namun, legend Alfredo Di Stefano bingung menentukan siapa yang dipilihnya untuk menjadi pemain terbaik.
Tidak perlu lagi meragukan kemampuan Messi dan Ronaldo. Keduanya sama-sama menjadi tumpuan Barca dan Madrid, pada setiap musim. Perebutan gelar top skor selalu menjadi bumbu dalam persaingan mereka.
Kendati ada di posisi bermain yang berbeda, namun keduanya sangat gemar dalam mencetak gol. Di Stefano mengaku sangat sulit untuk menentukan siapa yang menjadi peraih gelar Ballon d’Or tahun ini.
“Mereka berdua pemain yang berbeda. Mereka bermain di posisi yang berbeda, mereka memiliki karakter, dan karakter yang berbeda. Namun, keduanya seorang pencetak gol yang hebat dan itu yang terpenting,” jelas Di Stefano.
“Sangat sulit untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan Ballon d’Or tahun ini, sepakbola bukan ilmu pasti dan semua orang memiliki pendapat berbeda mengenai pemain terbaik. Terserah pelatih dan pemain yang memilih,” lanjutnya.
“Semua pemain ingin meraih kemenangan, karena itu adalah hal yang terbaik untuk timnya,” tandas pria kelahiran Argentina itu, sebagaimana diberitakan ESPN, Minggu (7/10/2012).
(hmr).










Tidak ada komentar:
Posting Komentar